BAB I
MENENTUKAN KEBUTUHAN SISTEM
A. Bidang Backup dan Metode
Recovery
Backup
adalah memindahkan atau menyalin kumpulan informasi (data) yang tersimpan
didalam hardisk komputer yang biasanya dilakukan dari satu lokasi/perangkat
kelokasi/perangkat lain. Data tersebut bisa berupa file
dokumen,gambar,video,audio,system windows,driver atau software tertentu.
Backup
adalah hal yang sangat penting dilakukan. Dikarenakan banyak kemungkinan untuk
kehilangan data, baik kesalahan yang diakibatkan oleh pengguna atau kesalahan
teknis lainnya seperti hardisk yang tak layak pakai. Maka dari itu diperlukan
perencanaan backup secara berkala terutama pada komputer desktop atau server
yang menyimpan data-data penting. Untuk mempermudah backup maka para pengembang
software membuat aplikasi khusus dengan sistem network client sarver sehingga
data-data yang akan dibackup lebih teratur dan aman.
1. Metode Backup data
Backup data merupakan salah satu
kegiatan yang harus dilakukan oleh pengelola database untuk melakukan
penyalinan sistem,data,dan aplikasi. Backup data harus dilakukan untuk
terjadinya kerusakan sistem dari luar maupun dalam sistem yang disengaja atau
ditentukan.
a.
Konsep Backup
Proses backup dalam teknologi informasi
mengacu pada penyalinan data, sehingga salinan tambahan tersebut bisa digunakan
untuk mengembalikan (restore) setelah
peristiwa kehilangan data. Backup sangat berguna terutama untuk dua tujuan
yaitu untuk memulihkan keadaan setelah bencana (disaster recovery) dan untuk mengembalikan beberapa file yang
sengaja dihapus atau rusak. 66% pengguna internet telah kehilangan data yang serius.
Konsistensi data dalam proses backup harus dijaga sebelum melakukan backup
data. Mengecek konsistensi data dengan membandingkan data pada struktur
direktori dengan data pada blok. Lalu, apabila ditemukan kesalahan maka program
backup akan mencoba memperbaiki. Pengecekan kekonsistenan data inilah yang
disebut dengan Recovery.
Backup dapat dibagi berdasarkan lingkup
datanya menjadi :
·
Full Backup
·
Network Backup
·
Dump Backup
·
Incremental Backup
·
Diferensial Backup
b.
Konsep Replikasi
Replikasi adalah suatu teknik untuk
melakukan copy dan pendistribusian data dengan objek-objek database dari satu
database ke database lain dan melakukan sinkronasi antara database sehingga
konsistensi data dapat terjamin. Jenis-jenis replikasi meliputi :
·
Snapshot Replication
·
Transactional Replication
·
Merge Replication
c.
Konsep MySQL Dump
Untuk keperluan ini MySQL memerlukan
utility yang dinamakan MySQL Dump. MySQL Dump adalah utilitas berupa program
cadangan yang pertama kali ditulis oleh Igor
Romanenko, digunakan untuk pembuangan (dump) data sebuah database, untuk
cadangan (backup) atau pemindahan (transfer) data keserver lain. Hasil dumping
dapat berisi pernyataan SQL untuk membuat tabel,insert dan yang lain dalam
bentuk file CSV,teks editor , atau format XML.
Berikut
ini adalah metode yang bisa dilakukan saat akan melakukan backup data :
a) Backup Logika dan Backup
Physic
Backup logika adalah menyimpan perintah
logic dari struktur database dan isinya yang dipresentasikan dalam perintah
SQL. Seperti CREATEDATABASE, CREAT TABLE dan INSERT DATA.
Berikut
ini karakteristik backup secara logika :
1)
Backup dilakukan melalui server
MySQL untuk mengambil struktur dan informasi data.
2)
Backup berjalan lebih lambat
karena server harus mengakses informasi data dan mengirimkannya dalam bentuk logika
pada file backup.
3)
Output bisa lebih besar daripada
bentuk fisik, misalkan data yang disimpan 5MB dalam bentuk file SQL maka pada
saat recovery akan terjadi kehabisan memori karena prosesnya akan menghabiskan
banyak memori untuk mengembalikan dalam bentuk semula.
4)
Backup dan restore dilakukan
dengan mengabaikan mesin yang digunakan.
5)
Backup logika tidak melibatkan
banyak file hanya 1 file logika yang biasanya disimpan dalam file SQL.
6)
Data disimpan dalam bentuk logika
yang merupakan bahasa DDL dan DML.
7)
Backup data dilakukan saat server
sudah dijalankan.
8)
Program untuk backup digunakan
mysqldum.exe yang memanggil file dikeluarkan dalam bentuk logika file seperti
tsiswa.sql
9)
Untuk mengeluarkan data dalam
bentuk file lain bisa digunakan perintah : SELECT ..... INTO OUTFILE
Backup fisik adalah
mengambil database dalam bentuk fisik,untuk database yang menggunakan Appserv
secara fisik data disimpan pada folder C:\\Appserv\Mysql\data\.
Pada folder tersebut terdapat file
database, setiap table diciptakan dari 3 file yaitu ; MYD,FRM, Dan MYI. Pada
saat pengambilan data dilakukan dengan mengcopy folder yang didalamnya
menyimpan data dari database yang kita punya. Data yang diambil adalah seluruh
database dan tidak bisa terpilih, sangat berbeda dengan backup secara logika,
data yang diambil bisa dipilih sesuai keinginan.
Karakteristik
backup fisik :
1)
Backup terdiri dari salinan file
dan database, ini adalah salinan dari
semua bagian direktori MyQSL, data dari tabel memori tidak disimpan pada disk.
2)
Backup data secara fisik lebih
cepat karena tidak melakukan pemrosesan logika, hanya mengcopy secara fisik.
3)
Outputnya lebih sederhana
dibandingkan dengan backup logika.
4)
Sebagai tambahan dari database,
backup dapat meliputi file manapun yang terdiri atas file MYI, MYD dan FRM.
b) Backup Online dan Bacup
Offline
Backup online dilakukan saat server MySQL sedang berjalan; sedang
Backup Offline dilakukan saat server sedang dihentikan.
Media penyimpanan Backup data yang paling simpel dan sederhana adalah
Flashdisk, Memori card,CD/DVD, hardisk external atau data cadangan dikomputer
lain. Untuk versi online kita bisa menyimpannya diserver tempat penyimpanan
layanan sata seperti Couls Service Dropbox (jika sudah menginstall aplikasi ini
kita bisa selalu mengsingkronkan semua data-data di laptop dengan data yang ada
diserver dropbox, Visual SVN Server, atau media penyimpanan diinternet seperti
4Shared dan yang lainnya.
Atau bisa memanfaatkan tempat penyimpanan dari Google seperti Google
Drive, Dengan google drive kita bisa membuat, berbagi dan menyimpan semua file
di satu tempat, setelah itu kita juga bisa mengakses dokumen dari mana saja,
dirumah, dikantor, saat menjalankan tugas, dan dari semua perangkat anda.
Kapasitas yang diberikan adalah 5 GB (Gratis). Khusus untuk pengguna wordpress
dengan hosting sendiri, dengan Google Drive kita juga bisa memanfaatkannya
untuk tempat penyimpanan hasil backup database Wordpress kita secara otomatis.
Penyimpanan backup database wordpress bisa disetting harian atau bulanan.
Untuk backup data kontak, email dan agenda (kalender) kita bisa
memanfaatkan layanan Google Sync (Backup gratis nomor ponsel dengan Google
Sync) . dengan fasilitas sinkronasi maka data kontak yang ada diphonebook
ponsel/tablet akan dicopi kedalam daftar kontak Gmail. Sebaliknya data kontak
yang ada diGmail juga akan dicopikan kedalam ponsel. Ketika ponsel kita
rusak/hilang maka tinggal kita setting akun gmail kita dan otomatis akan
menyalin hasil backup data kontak/agenda dari Gmail keponsel kita.
c) Back Up database di Cpanel
Melakukan backup file diakun Cpanel kita secara mandiri akan memudahkan
kita jika suatu saat ada sesuatu yang bermasalah diserver. Misalnya, hardisk
utama mengalami kebakaran ataupun bad sector/crash yang membutuhkan waktu lama
untuk repair/perbaikan. Biasanya dalam hal ini webhoster akan memindahkan akun
kita keserver lain yang masil berjalan normal.
Backup bisa digunakan untuk restore serelah failure. Failure disebabkan
oleh :
Ø
Media Failure;
Ø User error, misal : tidak sengaja drop table;
Ø Hardware failure, misal : disk-drive rusak atau permanent loss sebuah
server dan;
Ø
Natural disasters
Strategi Backup dan
Restore meliputi :
Ø Tipe dan frekuensi Backup
Ø Kecepatan hardware
Ø Bagaimana backup diuji
Ø Dimana dan bagaimana media backup disimpan
Strategi restore meliputi :
Ø Siapa yang melakukan Restore.
d) Desain Strategi Backup
Apakah berubahan kecil atau besar
terjadi pada database? Untuk database besar yang terkonsentrasi pada bagian
file atau filegroups, pilih partial backup atau file backup.
Berapa banyak ruang disk dibutuhkan
untuk backup? Perkiraan disk space terutama untuk full database backup. Backup
berisi data actual pada database , tidka termasuk space kosong/ tidak
digunakan. Seharusnya ukuran backup lebih kecil dibanding database itu sendiri.
Gunakan system Stored Procedure sp_spaceused.
2. Recovery
Adalah suatu proses untuk mengupdate
database dengan file backup yang telah disimpan terakhir kalinya. Recovery ini
memiliki model yaitu Recovery model yang digunakan untuk menentukan tipe backup
dan skenario restore dan mengkontrol bagaimana transaction log dikelola.
Database yang menggunakan model recovery adalah sebagai berikut :
a. Full Recovery Model
Pada model ini, transaction log akan di
truncate (dipotong) pada saat dilakukan backup transaction log. Pemotongan
Transaction log hanya terjadi pada saat backup transcation log. Pada full
recovery model, backup transaction log harus dilakukan secara berkala agar
transaction log tidak membengkak. Sebagai catatan, perintah truncate
transaction log tidak akan berpengaruh pada ukuran transaction log.
Full recovery model menggunakan Log
backup untuk menghindari kehilangan data karena skrenario kegagalan. Dapat
me-restore database kesuatu titik waktu yang terdapat dalam log backup
(pint-in-time recovery). Dapat menggunakan log backup untuk roll-for-ward
database kesuatu titik pada suatu log-backup. Misal, bisa membackup active log
(tail) setelah terjadi bencana maka dapat merestore database ketitik terjadi
kegagalan tanpa kehilangan data. Kelemahannya membutuhkan media penyimpanan
besar dan waktu restore dan kompleksitas meningkat.
Ilustrasi
Full Recovery Model
1.
Full database backup + log (yang
paling mudah)
-
Backup full database : Db_1 ; Log
Backup ; Log_1 , Log_2
-
Setelah Log_2, hilangnya data
terjadi
-
Sebelum ketiga backup direstore,
db admin harus membackup acvtive log (tail of the log/tail)
-
Restore db_1 , Log_1 , Log_2 tanpa
recovery database
-
Db admin merestore dan merecover
tail
-
Database ter-recover ketitik
kegagalan , merecover semua data
2.
Strategi backup mengurangi
workloss exposure dengan
-
Differential Backup+log
-
Transaction log backup mengurangi
workless exposure potensial setelah log backup terbaru, t14
-
Rangkaian 3 diff backup digunakan
mengurangi jumlah transaction log that akan direstore kalau ada kegagalan
-
3 diff backup cukup besar untuk
backup berikutnya sebagai full database backup.
3.
Sebelum backup database pertama,
ada kemungkinan hilangnya data pada t0-t1
4.
Setelah itu Log Backup yang rutin
mengurangi kemungkinan hilangnya data setelah log backup terakhir
5.
Bila ada kegagalan, maka db admin
membackup tail of the log (tail) atau log yang belum dibackup.
6.
Bila tail-log sukses dibackup. Db
admin dapat menghindari kehilangan data dengan merestore ketitik kegagalan.
b. Bulk-Logged Recovery model
Beberapa operasi akan bersifat
minumally logged. Misalnya, bulk insert, insert .. select, create index, alter
index, drop index, dsb. Sama seperti full recovery, transaction log akan
dipotong hanya pada saat backup transaction log. Sehingga backup transaction
log harus dijalankan secara berkala.
Bulk-logged
recovery model akan menuliskan data page yang
telah dimodifikasi kedalam file data sebelum transaksi dinyatakan
selesai. Berlawanan dengan full revocery model yang hanya membutuhkan penulisan
ke log untuk menyatakan transaksi selesai. Operasi bulk akan lebih pelan pada
sistem IO yang pelan.
Hal ini juga berpengaruh pada backup
transaction log. Untuk minimally logged transaction, kadang menyertakan data
page dalam backupnya. Sehingga backup transaction log dibulk logged bisa lebih
besar dari full recovery model.
c. Simple recovery model
Hampir sama dengan bulk-logged,
beberapa operasi bersifat minimally logged. Macam-macam transaksi tersebut sama
persis dengan bulk-logged. Perbedaan mendasar adalah pemotongan transaction
log. Transaction log otomatis terpotong pada saat Checkpoint selesai.
Karena tidak ada backup log maka ketika
terjadi database failure yang bisa dilakukan adalah merestore full backup atau
differential backup yang terakhir. Contoh :
Ada 5 backup database (Hanya yang
terbaru) :t1-t5
Dimisalkan harus direstore ke waktu t5
maka:
-
Database kembali kewaktu t5
-
Semua update setelah t5 hilang
Ilustrasi Simple Recovery
Model :
1).
Full databasebackup
Cocok untuk database kecil sehingga dapat dibackup
2).
Strategi backup mengurangi workloss exposure dengan :
Ø Differential database backup
Ø Dibanding full database
Ø Setelah database backup pertama,sekumpulan differential backup dibuat
(3 diff backup)
Ø Setelah diff backup ke 3 cukup besar, backup berikutnya adalah database
backup untuk membuat differential base baru.
B.
Backup offline sesuai dengan Kebutuhan Organisasi dan Keamanan dengan Waktu
Mati ( Down Time) Minimal
Offline
backup atau membackup secara offline merupakan sebuah cara untuk menyimpan file
di dalam komputer jaringan sedemikian rupa sehingga pengguna dapat
mengaksesnya, bahkan ketika pengguna tidak terhubung pada jaringan. Cara backup
ini memberikan fitur yang bermanfaat bagi pengguna yang sering melakukan
perjalanan dengan komputer portable atau perangkat mobile, dan bagi mereka yang
tidak selalu dapat mengakses file pada jaringan tempat penyimpanannya.
Offline
backup digunakan sebagai sebuah tindakan perlindungan karena dengan menggunakan
metode backup ini, pengguna tidak dapat melakukan updating sehingga file backup
tetap dalam keadaan tidak tersentuh. Menyimpan file atau folder pada offline
backup akan memastikan bahwa terdapat sebuah salinana (copy) file yang dapat
digunakan untuk mengantisipasi jika terjadi masalah pada jaringan atau sistem
mengalami crash.
Karena
alasan itulah, banyak pengguna komputer yang tergantung pada offline backup
agar merasa tenang ketika menyimpan datanya di komputer rumah atau di tempat
kerja. Banyak organisasi menggunakan offline backup untuk menyimpan file
sehingga mereka tidak berubah dan dapat dengan mudah dijadikan rujukan.
Satu-satunya
kekurangan menggunakan offline backup adalah waktu yang dibutuhkan untuk
menyimpan informasi. Sementara proses penyimpanan konten memakan sedikit waktu,
offline backup tetap dilakukan untuk alasan keamanan dan sebagai langkah atau tindakan
antisipasi ketika terjadi kegagalan sistem.
Offline
backup merupakan jenis backup yang paling mudah. File-file yang di backup
ketika melakukan offline backup yang proses menutup database, seperti :
1.
Datafile, untuk menyimpan semua
data yang ada dalam database. Objek skema seperti tabel, index, dan sebagainya
secara fisik tersimpan dalam file ini.
2.
Control file, untuk menyimpan
struktur fisik dari database. Tapi file ini tidak pernah bisa melakukan startup
database.
3.
Redo log file, untuk menyimpan
semua perubahan yang terjadi pada database yang digunakan dalam proses
recovery.
4.
Parameter file (init.sid), yaitu
file yang berisi parameter-parameter dari database.
Langah-langkah untuk melakukan backup offline
basis data adalah sebagai berikut :
1.
Masuk ke Start – Programs – Microsoft SQL Server –
Enterprise Manager.
2.
Maka akan tampil layar Enterprise
Manager
·
Klik tanda + yang ada di depan
tulisan Microsoft SQL Server maka akan tampil tulisan +SQL Server Groups di
bawah tulisan Microsoft SQL Servers
·
Klik tanda + yang ada di depan
tulisan SQL Server Groups maka akan
tampil tulisan +(Local) (Windows NT)
·
Klik tanda + yang ada di depan
tulisan Local (Windows NT) maka akan tampil layar Windows NT.
·
Klik tobol Connect
3.
Klik tanda + yang ada di depan
folder Databases, maka akan tampil
nama nama database yang ada di dalam server (local) ini.
4.
Kilk kanan pada databases atau
salah satu database, lalu pilih All Task > Backup Database maka akan tampil
layar Backup database.
5.
Pilih database yang akan di backup
di database droplist, bila diperlukan isi nama backup di Name textbox dan
keterangan di Description textbox.
6.
Pilih Database – Complete jika
akan melakukan backup seluruh data.
7.
Pilih Database – differential jika
akan melakukan backup hanya data yang terjadi perubahan sejak terakhir
dilakukan backup database complete. Untuk bisa melakukan backup database
differential setidaknya sudah pernah
melkukan backup database complete minimal sekali.
8.
Pilih Transaction Log jika akan
melakukan backup transaction log.
9.
Plih file and filegroup jika akan
melakukan backup per filegroup. Klik button yang digunakan untuk mencari
filegroup.
10.
Pilih Tape jika akan melakukan
backup ke tape device.
11.
Pilih Disk jika akan melakukan
backup ke disk device.
12.
Klik button Add untuk menambah
target backup.
13.
Klik button Remove untuk menghapus
target backup.
14.
Klik button Content untuk melihat
detail dari isi target backup.
15.
Pilih Append to media jika backup
ke tape melanjutkan sisa backup sebelumnya.
16.
Pilih overwrite existing media
jika backup ke tape menulis ulang dari awal lagi
Pilih lokasi penyimpanan
datanya
Kemudian isi nama file di
kotak file name
Jika sudah klik OK
Pastikan kotak file name
sudah terisi dengan lokasi dan nama file yang diinginkan. Jika sudah benar klik
tombol OK.
17.
Selesai.
Cek hasil backup data melalui
Windows Explorer, lihat ke folder tempat penyimpanan data tersebut.
Downtime adalah keadaan dimana web anda tidak bisa
diakses dalam waktu tertentu. Tetapi sesuai judul yang saya berikan di atas
Pengertian dan Jenis Downtime bahwa Downtime ini memiliki beberapa jenis yang
perlu diketahui, mungkin sampai saat ini kebanyakan organisasi hanya emahami
bahwa web mengalami downtime saat tidak bisa di akses.
Ada 3 backup dalam
mengembalikan basis data ke keadaan yang dianggap benar setelah terjadinya
downtime.
1.
Pemulihan terhadap kegagalan
transaksi; Kesatuan prosedur alam program yang dapat mengubah / memperbarui
data pada sejumlah tabel.
2.
Pemulihan terhadap kegagalan
media; Pemulihan karena kegagalan media dengan cara mengambil atau memuat
kembali salinan basis data (backup)
3.
Pemulihan terhadap kegagalan
sistem; Karena gangguan sistem, hang, listrik terputus alirannya.
Fasilitas backup pada DBMS :
1.
Fasilitas logging dengan membuat
track pada tempatnya saat transaksi berlangsung dan pada saat database berubah.
2.
Fasilitas checkpoint, melakukan
update database yang terbaru.
3.
Manager pemulihan, memperbolehkan
sistem untuk menyimpan ulang database menjadi lebih konsisten setelah
terjadinya kesalahan.
Teknik backup :
1.
Defered update / perubahan yang
ditunda : perubahan pada database tidak akan berlangsung sampai transaksi ada
pada poin disetujui (COMMIT). Jika terjadi kegagalan maka tidak akan terjadi
perubahan, tetapi diperlukan operasi REDO untuk mencegah akibat dari kegagalan
tersebut.
2.
Immediate update / perubahan
langsung : perubahan pada DB akan segera tanpa harus menunggu sebuah transaksi
tersebut disetujui. Jika terjadi kegagalan diperlukan operasi UNDO untuk
melihat apakah ada transaksi yang telah disetujui sebelum terjadi kegagalan.
3.
Shadow Paging : menggunakan page
bayangan dimana prosesnya terdiri atas 2 tabel yang sama, yang satu menjadi
tabel transaksi dan yang lain digunakan sebagai cadangan. Ketika transaksi
mulai berlangsung kedua tabel ini sama dan selama berlangsung tabel transaksi
yang menyimpan semua perubahan ke database, tabel bayangan akan digunakan jika
terjadi kesalahan. Keuntungannya adalah tidak memutuhkan REDO atau UNDO,
kelemahannya membuat terjadinya fragmentasi.
C. File
Backup Online sesuai Kebutuhan Organisasi dan Keamanan dengan Waktu Mati (
Downtime ) Minimal.
Backup
online adalah metode penyimpanan data offsite di mana file, folder, atau
seluruh isi sistem secara teratur didukung pada remote server atau komputer
dengan koneksi jaringan. Sejumlah organisasi menyediakan layanan backup online
untuk pelanggan yang komputernya terhubung ke internet, secara otomatis
menyalin file yang dipilih untuk cadangan penyimpanan di penyedia layanan.
Semakin
banyak organisasi yang tergantung pada penyedia layanan backup online untuk
keamanan tambahan pada file komputer yang mereka simpan. Ada kesadaran bahwa
sebagaian besar pekerjaannya bergantung pada data ini, bagi mereka penyimpan
ini berfungsi dengan baik sebagai penyimpan data pada komputer pada zaman
modern. Layanan remote backup telah dianggap paling dapat diandalkan dari
banyak cara yang dapat disimpan. Namun, masih ada aspek aspek tertentu yang
membuat orang meragukan kemampuannya. Sebagai contoh, lembaga memiliki berbagai
tingkat kebutuhan menyimpan administrasi terlalu rumit untuk dipertimbangkan.
Ada orang-orang yang membutuhkan jadwal yang telah ditetapkan untuk data yang
akan disimpan untuk ditransmisikan sementara yang lain perlu update sama
seperti file asli yang sedang diubah. Dengan pertimbangan keamanan itu maka banyak
organisasi yang beralih dengan sistem Cloud Storage. Cloud Storage yang
digunakan untuk backup online yang dibuat industri lebih serbaguna.
Selain
dari host utama, penyedia sekunder dapat menambahkan spesifikasi sehingga membawa
sistem penyimpanan lebih lebih dekat bagi orang biasa untuk menggunakannya.
Cloud
Storage adalah generasi berikutnya dari host sistm penyimpanan. Mereka yang
akan memilih layanan backup sepertiremote dapat mengharapkan penyimpanan lebih
murah. Hal ini karena dari layanan penyimpanan jauh lebih mudah untuk
memanfaatkan. Hal ini juga berarti lebih responsif dan terukur layanan host
dapat disediakan sesuai denga tuntutan dari seseorang atau organisasi. Pengguna
penyimpanan online untuk backup online juga dapat berharap untuk mengakses dan
mengelola data yang tersimpan dengan kesulitan. Aksebilitas dan pengelolaan
belum pernah sefleksibel ini dalam hal sistem penyimpanan.
Sebagai
sistem penyimpanan, Cloud Storage memungkinkan organisasi penyimpanan yang membuat
akses ke aplikasi yang lebih fleksibel. Setiap kali permintaan perubahan oleh
pengguna, dapat dengan mudah menyesuaikan skalanya. Hal ini memungkinkan untuk
membayar tergantung pada seberapabanyak layanan organisasi yang telah
digunakan. Hal ini membuat layanan ini mengoptimalkan biaya. Ada juga penyedia
Cloud Storage yang berfokus pada sistem pengembangan yang memungkinkan
penyimpanan tak terbatas yang beroperasi sedemikian rupa sehingga banyak data
yang dapat disimpan lebih banyak. Karena itu, orang dapat merancang perangkat
lunak untuk menyimpan file sesuai dengan spesifikasi mereka sendiri. Ini akan
sangat membantu untuk kebutuhan penyimpanan mereka. Untuk kasus yang dalam
bisnis penyedia layanan backup online, itu juga berarti lebih banyak pelanggan
potensial.
Kemampuan
mengelola , biaya dan aksebilitas untuk sistem penyimpanan sebelumnya telah
mengalami kemunduran. Saat ini, Cloud Storage ramah bagi mereka yang tidak
terlalu terbiasa untuk infrastruktur ini. Sistem penyimpanan sekarang dapat dimanfaatkan
tanpa khawatir harus membayar untuk fitur tertentu yang tidak diperlukan untuk
sifat dari bisnis seseorang atau sebuah organisasi.
Ada
beberapa keuntungan dari layanan backup online yaitu sebagai berikut.
1.
Otomatis. Setelah salah satu
menetapkan jadwal mereka, itu sepenuhnya otomatis. Tidak ada kaset untuk
mengelola, staf untuk jadwal, atau vendor untuk mengkoordinasikan pickup dan
pengiriman kaset. Oleh karena itu, anda menghemat waktu, uang dan hampir
menghilangkan kesalahan.
2.
Aman. Data disimpan pada tape disk
dan tidak. Tape memiliki sejarah kegagalan dan biasanya terjadi pada saat yang
paling sial. Selain itu, kaset paling tidak dienkripsi. Kita hanya bisa
membayangkan konsekuensi potensial untuk
organisasi Anda jika data pelanggan yang diakses oleh seseorang menggunakan
salah satu kaset anda tidak terenskrpsi. Cerita ini tidak jauh lebih baik jika
anda tidak dapat memulihkan data penting pada titik penting dalam waktu.
Layanan backup online dapat menawarkan end-to-end enkripsi algoritma AES yang
digunakan baik dalam perjalanan serta penyimpanan. Hal ini semakin menjamin
keamanan data sensitif anda. Dengan layanan
backup online data sensitif anda juga secara otomatis disimpan offsite disebuat data yang aman.
3.
Diakses dan dikelola dari mana
saja. ‘’ Sebuah sistem terpusat yang memungkinkan anda untuk mengelola
backup seluruh sistem dan persyaratan
dan pemulihan terlepas dari mana mereka atau anda berada adalah keuntungan
besar bagi organisasi. Hal ini terutama berlaku bagi organisasi dengan beberapa
lokasi.
4.
Efisien penggunaan internet.
Beberapa layanan backup online yang lebih baik kembali hanya blok data dalam
file baru atau diubah, sehingga menghasilkan waktu backup secara signifikan
lebih cepat dan lebih minim. Data juga dikompresi sebelum transmisi. Selain itu
mereka mungkin menawarkan throttling bandwidth. Hal ini memungkinkan seseorang
untuk menentukan berapa banyak bandwidth internet, mereka ingin memungkinkan
untuk digunakan untuk proses ini selama jendela waktu dalam sehari. Sebagai
contoh, anda mungkin membatasi proses sampai maksimal 10% dari bandwidth anda
selama jam kerja normal dan membukanya hingga 80% untuk saldo hari.
5.
Tidak ada penanaman modal. Jika
anda seperti kebanyakan organisasi, mendapatkan persetujuan untuk pengeluaran
modal yang besar adalah tugas yang menakutkan. Dengan software sebagai
pengekatan (SaaS) Layanan yang pada dasarnya membayar biaya bulanan untuk
layanan ini. Selain startup dapat hampir segera. Biasanya, agen software kecil
dimuat pada sistem yang ingin anda backup ke kubah data dan kemudian proses
penjadwalan / backup dapat memulai hari yang sama.
6.
Kepatuhan peraturan. Peningkatan
terbaru dalam peraturan pemerintah dan
industri yang spesifik (SAS 70, Gramm-Leach-Bliley Act, HIPAA, SOX dan SEC | NASD) sekitar privasi,
aksesbilitas, dan Vendor seperti VAULT400 yang akrab dengan tantangan ini.
Mereka memberikan keyakinan bahwa informasi penting tentang organisasi mereka
aman disimpan selama diperlukan, namun apabila diperlukan juga dapat diakses
dengan cepat. Ini segera membahas pertanyaan oleh auditor dan keamanan /
privasi keprihatinan.
Seperti yang dijelaskan
diatas, ada beberapa alasan yang sangat kuat untuk layanan backup online.
Tujuan dari setiap backup online dan rencana pemulihan adalah untuk menjaga
integritas sistem dan organisasi dengan sedikit atau tidak ada gangguan dalam
proses. Ketika gangguan terjadi, kita ingin organisasi tetap berjalan dengan
baik, atau paling tidak kembali online dalam waktu singkat. Dengan layanan
backup online anda dengan cepat dapat mentransfer data ke sistem yang
ditargetkan dari mana saja dan organisasi tidak terganggu.
Sebaik apapun suatu teknologi pasti juga memiliki
kekurangan. Beberapa kekurangan yang ditimbulkan dari layanan backup online ini
meliputi :
1.
Komputer akan menjadi lamban atau
tidak bisa dipakai sama sekali jika internet bermasalah atau kelebihan beban.
2.
Organisasi yang menyewa layanan
dari cloud computing tidak punya akses langsung ke sumber daya. Jadi, semua
tergantung dari kondisi vendor/penyedia layanan could computing.
3.
Jika server vendor rusak atau
punya layanan backup yng buruk, maka organisasi akan mengalami kerugian besar.
- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact